seperti lingkaran setan yang tiada habisnya.
kalau saya pribadi sih tidak menyetujui topik sara beredar di milis,
tapi biasanya topik yang tidak ada hubungannya dengan SARA pun bisa
berkembang ke arah SARA seiring berjalannya diskusi. sangat sulit
mencari titik temu antara ketegasan dan kepatuhan pada visi dan misi
milis dengan kebebasan berpendapat.
kalau boleh saya minta tolong mari kita berlapang dada dan mengakhiri
diskusi ini.
Sidarta Wijaya
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "laraslia" <laraslia@...> wrote:
>
> Kalau kulit kacang bisa tembus lintas monitor, bingung deh siapa
> yang sekarang dapet giliran kelempar kulit kacang.
>
> Ayolah..biasakan menulis topik baru bila sekiranya komentar yang
> dikemukakan menyimpang dari topik yang sudah tercantum (sambil tetep
> nunjuk ke diri sendiri..). Sepertinya beberapa email terakhir sudah
> menyimpang dari topik pura gabung dengan masjid, dan saya harap
> topik tersebut sudah selesai kan.
>
> Malu ih sama trio bli PD, bli NBS, Mbo Vieb..liat tuh mereka sampe
> ngomentari bulk mail...keliatan banget kan jengahnya mereka...
> karena traffic bali bali dipenuhi kaplingan kita, divisi SARA,
> hehehe... Dari setiap diskusi tentang SARA selalu berlarut larut dan
> ngalor ngidul keluar dari topik semula.Bersyukur banget sebenarnya
> ada Bli LGS yang bisa berpikir out of box, lepas dari label beliau
> serang hindu atau label agama lainnya. Ditambah lagi dengan lebih
> banyaknya informasi tetang islam yang beliau ketahui ketimbang saya
> sendiri yang berlabel muslim..
>
> Saya sebenarnya pengen denger dari mods, apakah kita diijinkan
> diskusi tentang SARA atau tidak. Kalau tidak mari kita lanjutkan via
> japri, kalau boleh sih saya asik asik aja...lanjutt...(kalau saya
> pribadi sih lebih suka diijinkan, karena sebenarnya dalam kehidupan
> sehari hari kita tinggal di lingkungan heterogen, yang tentunya juga
> bisa menimbulkan masalah yang sama seperti di milis ini, namun dalam
> kehidupan nyata akibatnya bisa sangat membahayakan bila terjadi
> kesalahpahaman, bukan hanya kulit kacang yang melayang bisa jadi
> malah kelewang. Disinilah tempat kita mengendalikan emosi, dan
> saling memahami dan menghormati perbedaan yang ada. Jadikan milis
> sebagai 'penyaluran' uneg-uneg bilamana ada kekurang pahaman, siapa
> tau ada yang bisa memberi solusi. Kalau gak salah bli NK berdomisili
> di Balikpapan yah ? seharusnya kita bisa maklumi bahwa kalimat2
> beliau di milis adalah sebagai 'penyaluran' beliau karena mungkin
> tidak ada yang bisa diajak berdiskusi disana. Kalau saja di milis
> dilarang berkomentar bila kita tidak paham tentang suatu agama-
> seperti yang pak dedenkung bilang- lalu kemana lagi mereka akan
> menyatakan ketidakpahamannya ? Bayangkan bila kita menyampaikan ke
> komunitas homogen, tentunya ga bakal ada yang koreksi. Dan bila
> informasinya salah..tentunya akan semakin menyimpang jauh.... Bila
> kita memulai dengan kepala dan hati dingin, akan keliatan sekali
> mana yang memang memerlukan pencerahan, atau hanya sekedar
> memprovokasi, atausekedar ingin melecehkan komunitas lain. Sementara
> bagi yang jengah dengan topik SARA mungkin tinggal ikuti saran Bli
> PS , tinggal Del saja. )
>
> @ Pak Deden Kungs
> Gak lucu ah, masak di milis kita gak boleh pake inisial atau
> singkatan, sepertinya beberapa nama yang disingkat karena nama
> beliau yang tercantum di email kepanjangan untuk disebutkan. Bahkan
> Pak dedenkungs saja rencananya mau saya panggil
> Pakdhe...hehehe....jangan marah..
>
> @ Bli LGS
> Beberapa cerita konspirasi, saya percaya. Tapi kalau tsunami, masih
> pikir pikir juga, gimana caranya. Kalau buat saya, sebagai muslim,
> tsunami bisa menjadi cobaan/ujian, hukuman/peringatan, atau murni
> musibah. Kenapa ?
> Ujian, bagi yang hidup apakah bisa tetap beriman setelah cobaan yang
> maha dahsyat diberikan. Apakah yang mampu terketuk hatinya untuk
> menolong yang tak berpunya. Yang berbuat tidak adil dan tidak amanah
> akankah sadar bahwa kematian itu pasti dan akan ada pengadilan yang
> benar benar adil menunggu mereka. Dan akan sangat sayang bila tidak
> ada hikmah yang didapat dibalik musibah yang begitu besar.
> Hukuman/peringatan. Bagaimana indonesia yang katanya negara dengan
> jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, tapi malah menjadi negara
> korup, banyak rakyat miskin, banyak ketidakadilan, dll..dll...Dan
> tidak kaget bila nantinya hal tersebut baru suatu peringatan sebelum
> ada musibah yang lebih besar lagi bila kita tidak segera berubah.
> Musibah. Bukankah Tuhan juga memberikan kesempatan kita mati syahid
> melalui bencana alam/banjir. Doakan bahwa mereka yang dipanggil
> tidak sia sia matinya, bahwa mereka mendapat tempat yang layak
> disisiNya.
>
>
> Sudah ah..kok saya jadi ikut ngelantur...(eh..masih tetep menunggu
> konfirmasi dari mods nih..)
>
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, Lili Gundi <lili_gundi@> wrote:
> >
> > Wah Pak atau Kang Deden Kung sekarang memasang dua filter untuk
> > menyaring siapa yang patut dan tidak patut mengemukakan pendapat
> di forum bebas
> > ini. Pertama, seseorang yang ingin ikut
> > mengemukakan pendapat atas satu topik, harus ahli, mumpuni di
> bidang itu.
> > Bagaimana keahlian itu harus ditunjukkan? Apakah harus menunjukkan
> ijazah?
> > Misalnya kalau komentar soal agama, apa
> > harus berkualifikasi S1, S2 atau S3 dari
> > STT, UIN, atau IHDN? Demikian juga kalau
> > mau komentar soal hutan, atau anjing Kintamani? Jadi kalau mau
> berpartisipasi
> > aktif dalam milis ini harus punya banyak keahlian dong?
> > Lalu Kang Deden
> > Kung ini ahli di bidang apa? Saya lihat anda pengikut teori
> konspirasi.
> > Anda tidak percaya Amrozi CS mampu membuat bom yang menghancurkan
> Kuta, Bali. Ini persis sama seperti omongan Abu Bakar
> > Baasyir di Metro Tv pas sebelum puasa. Hanya kafir Amerika yang
> mampu membuat
> > bom dengan daya ledak sedahsyat itu, katanya. Amrozi CS tidak
> mungkin!!! Teman saya yang anggota
> > DPD juga berkata begitu. Saya tanya, bukankah
> > mereka sendiri sudah mengaku - dengan bangga karena melaksanaan
> tugas suci
> > agama - di PN Denpasar? Tidak, kata Ir tamatan UI ini, agak
> bingung. Pokoknya
> > ada teorinya, Pak Suripto yang tahu persis. Dia merujuk mantan
> petinggi spion
> > negara yang jadi wakil komisi III mewakili PKS.. Tak heran,
> seorang
> > anggota DPR yang mewakili salah satu partai agama, tak lama
> setelah tsunami
> > melanda Aceh, dalam dengar pendapat dengan beberapa menteri di DPR
> bersuara
> > lantang, bahwa tsunami itu bukan kutukan Allah kepada orang Aceh
> yang saleh.
> > Itu tidak mungkin. Tsunami itu buatan Amerika dibantu Israel
> (Yahudi). Dan omongan ni didengarkan dengan penuh
> > khidmat. I think this Nation is in a state of delusion. This might
> come
> > form a morbid book, that teach hate and violence (but cinsedered
> holy).
> > Saya percaya
> > orang-orang Amerika dan Yahudi pintar-pintar
> > sekali. Dari 15 juta orang Yahudi di seluruh dunia, 181 orang
> termasuk Paul Kruger, mendapat hadiah Nobel
> > dalam berbagai bidang. Tetapi mengapa tsunami itu juga menimpa
> Thailand, Sri
> > Langka dan India yang bukan musuh Amerika dan Israel? Mungkin itu
> baru uji
> > coba.
> > Kedua, soal
> > penulisan nama lengkap. Apakah
> > Deden Kung itu nama sebenarnya? Bagaimana membuktikannya? Apa
> perlu menunjukkan
> > ktp? Memangnya milis ini semacam LPD, yang mau memberi kredit? Di
> sini yang penting: apakah pendapat yang disampaikan bermutu atau
> > tidak? Kalau tidak bermutu tinggal di del. Kalau isinya
> membahayakan semua
> > anggota milis tinggal dicekal atau diban. Tapi terserah pengurus
> milis ini
> > saja.
> > G. LANANG SINGADAPA.
> >
> >
> >
> > -
> >
> >
> >
> > salam
> > nengah
> >
> >
> > On Tue, Oct 14, 2008 at 2:32 PM, Deden Kung <dedenkungs@yahoo..
> com> wrote:
> >
> > Om Swastiyastu
> > Assalamualaikum WR WB..Salam sejahtera
> > Maaf ikut nambahin dikit saja..dari sekian banyak email serta
> komentar dari bbrpa rekan2 di milist ini..kelihatanya seperti ada
> suatu agama yg selalu MAAF didzolimi, dihina, diremehkan dan
> direndahkan, dipojokan ( maaf sekali lagi kalau kata2 niki terlalu
> berlebihan) padahal kalau kita merunut ke pesan Pak Gubernur Pastika
> disaat mengenang Tragedi Bom Bali...dan disiarkan dibeberapa media
> cetak, elektronik dll..beliau berpesan" Hendaklah kita selalu
> menghindarkan diri dari 2 sifat yang sangat berbahaya... yaitu sifat
> KESERAKAHAN dan KEBENCIAN... karena kedua sifat itulah yg selama ini
> menjadikan gejolak dan membawa bencana bagi umat manusia...jagalah
> shanty Bali dan jadikan Bali sebagai Jagat Dita....Tiyang sangat
> salut akan himbauan beliau yg sangat bijak tersebut..
> >
> > Nah kita selaku pelaku/mahluk sosial semestinya berusaha untuk
> mengikuti himbauan belliau untuk menjaga Bali dan Dunia ini spaya
> tetap aman, damai, tentram, rukun dan sejahtera... kelihatnya akan
> banyak membuang buang waktu kalau hari2 kita diisi untuk kegiatan
> mengkritisi ajaran/paham/ agama saudara kita yg lain sedangkan kita
> mungkin hanya baru tahu kulit luar atau yg jelek2nya saja atas
> paham/agama tersebut...belum atau sama sekali tidak memahami
> ajaran/agama tersebut sampai keakar akarnya karena tentunya setiap
> diri manusia punya batasan untuk melakukan hal itu karena bukan
> kewajiban dirinya untuk mempelajari setiap agama....tiyang pribadi
> berfikir kalau seseorang mau mengkritisi suatu ajaran agama tertentu
> mungkin menurut hemat Tiyang dia/orang tersebut harus belajar agama
> itu sampai ke dalam bangat...atau belajar/berguru ke yang ahlinya
> dari agama itu...baru dia akan menemukan jati diri/saripati dari
> ajaran tersebut...kalau hanya tahu
> > sepotong2..apalagi mencemooh hanya gara2 seorang pemeluknya
> berbuat tidak baik..maka tiyang rasa sikap tersebut tidak fair dan
> kurang bijak...
> >
> > Jadi tiyang sendiri mengajak diri tiyang pribadi lan sameton
> sareng sami untuk lebih memfokuskan diri ke hal2 postive dan
> membangun... .walau ada hal negatif yg mau kita lemparkan kiranya
> tidak menyentuh/memojokan keyakinan suatu agama..karena agama dan
> SANG HIYANG WIDI WASA/TUHAN YME/ALLAH SWT terlalu luas dan sakral
> tuk dibincangkan dan dibahas,,tidak akan pernah ketemu
> juntrunganya. .karena sampai detik ini belum ada satu manusiapun yg
> pernah ketemu/melihat TUHAN itu sendiri..ilmu KETUHANNAN terlalu
> luas dan ilmu manusia belum cukup untuk menggapainya. ..mari kita
> kembalikan saja ke keyakinan kita masing2 toh apa peduli dan untung
> rugi kita kalau nak jawa, nak slam, nak bali, nak hindu/budha,
> christian masuk surga atau neraka, atau tidak masuk keduanya sama
> sekali kita tidak akan tahu hal itu dan mau protes sama siapa serta
> apa yg mau kta ributkan dan mau meributkan sama siapa nantinya???
> semuanya kembali ke keyakinan agama dan diri kita masing2 serta
> > wewenang BOSS BESAR TUHAN YME..walau manusia itu seorang
> pedanda/pandita/ kiyai/ustad/ pendeta/romo dll sapa yg menjamin
> beliau itu baik di mata TUHAN dan dijamin masuk ke Surga atau masuk
> Neraka??? hanya TUHAN dan dirinyalah yang tahu dan bakal tahu
> nantinya:)
> >
> > Jadi mari kita luangkan waktu kita yg singkat ini untuk mengisi
> hal2 yg lebih positif dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan
> Bali khususnya dan NKRI umumnya..percuma kita sampaikan berbagai
> macam firman Tuhan dalam Weda/Alquran/ Injil/Taurat/ Jabur dll toh
> yg baca milist ini tidak hanya satu kelompok..pasti nantinya malah
> banyak mudaratnya atau ketersinggungan dari pada sisi baiknya:) ten
> bakalan nyambung kinten...
> > Tiyang lebih appreciate kepada sebagian rekan2 yg melemparkan isu2
> positive ttg pembangunan Bali ke depan, mungkin peta perpolitikan,
> bisnis, filsafat, iptec dll dari pada saling melecehkan agama/ajaran
> masing2:)
> >
> > Inggih nika dumun tambahan dari tityang manusia yg bodoh lan ten
> tahu napi niki..dumugi sameton selalu memaafkan atas kebodohan
> tiyang tersebut...
> > Salam Shanty3x
> > Wassalam
> > Deden Kungs
> > Note: kalau bisa dimohon untuk tidak hanya menulis singkatan nama
> spaya kita lebih terbuka/gentle dan saling mengenal
> >
> >
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: I Nengah Sumerta <nengah.sumerta@ gmail.com>
> > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > Sent: Wednesday, October 15, 2008 12:26:06 AM
> > Subject: Re: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.
> >
> > Salam Kenal LGS
> >
> > Terima kasih atas pencerahnya, tapi saya mau menggaris bawahi
> sedikit tentang overgeneralisir yang saudara nyatakan di postingan
> ini /"Seolah-olah kalau dibicarakan dengan sedikit kritis orang-
> orang Muslim lalu ngamuk. Pandangan semacam ini justru meremehkan
> orang Islam.//Pengalaman saya bergaul dengan banyak orang Muslim
> selama bertahun-tahun tidak demikian. Mereka menerima pandangan-
> pandangan kritis yang disampaikan kepada mereka. Buku Irshad Manji,
> Feminis Muslimah dari Kanada, dengan judul "The Problems With
> Islam", buku yang sangat kritis terhadap Islam, telah diterjemahkan
> ke dalam bahasa
> > Indonesia, menjadi Beriman Tanpa Rasa Takut, telah beredar luas di
> berbagai toko buku, dan tidak ada reaksi negatif dari kaum Muslim.
> Kita
> > semua memerlukan pandangan kritis, baik dari dalam maupun dari
> luar untuk membantu kita melihat diri kita sendiri"
> >
> > /Pengalaman anda pribadi tidak bisa anda gunakan sebagai
> overjudgement bahwa semuanya akan baik-baik saja, anda mungkin
> bergaul di kalangan
> > intelektual islam, yang saya paham mereka mengerti kritik dan
> otokritik, tapi perlu dipahami juga bahwa tidaksemua kaum muslim
> memiliki
> > intelektualitas tinggi seperti itu. Saya tidak perlu mengutarakan
> contoh lain, kita lihat saja contoh kartun dari Denmark, kaum
> intelektual
> > menganggap ini suatu expressi seni yang kelewatan, tapi reaksi FPI
> apa??Sweeping! Saya sama sekali tidak merasa berkeberatan
> membicarakan Islam
> > atau kepercayaan apapun, tapi saya rasa milist ini kurang tepat
> untuk hal itu, satu hal yang pasti kita dapatkan adalah konflik!
> kalau mau
> > kupas tuntas sebuah ajaran trus di komparasi dengan ajaran lain,
> saya rasa ada milist lain seperti debat Hindu islam, atau milist
> sejenis,
> >
> > Terima kasih
> >
> > Lili Gundi wrote:
> > >
> > > Bpk tidak perlu menuliskan semuanya, karena bapak harus
> menyediakan paling tidak 400 halaman untuk mengutip semua ayat
> semacam itu secara
> > > lengkap. Di samping mengutip ayat Quran bapak juga harus
> mengutip hadis, sunnah atau sirah (biografi Nabi Muhammad). Sebab
> tanpa
> > > mengutip tiga sumber yang disebut belakangan, ayat Quran tidak
> dapat dimengerti. Karena ayat-ayat Quran tidak menyediakan konteks
> (mengapa
> > > dan dalam situasi apa ayat itu "diturunkan" ), Quran juga tidak
> disusun secara kronologis, di samping itu satu Surah tidak terdiri
> dari
> > > ayat-ayat sejenis, tetapi berbagai ayat yang berbeda-beda isinya
> sehingga kelihatan melompat-lompat dari satu topik ke topik lain.
> Itu
> > > alasan pertama. Alasan kedua, sudah ada yang menyusun kutipan-
> kutipan itu secara lengkap, yang Craig Winn. Bagi yang berminat,
> bukunya dapat
> > > diunduh dari web site www.faithfreedom. org <http://www.faithfre
> edom.org/>. Atau dicari lewat Google. Karena buku
> > > ini mengandung materi untuk orang dewasa perlu BO (bimbingan
> Orang tua). Judul bukunya "The Prophet of Doom"
> > >
> > > Kepada Bu LL, sengaja hal ini saya sampaikan karena ada di
> antara orang-orang Bali Hindu yang takut sekali kalau kita
> membicarakan
> > > Islam. Seolah-olah kalau dibicarakan dengan sedikit kritis orang-
> orang Muslim lalu ngamuk. Pandangan semacam ini justru meremehkan
> orang
> > > Islam. Pengalaman saya bergaul dengan banyak orang Muslim selama
> bertahun-tahun tidak demikian. Mereka menerima pandangan-pandangan
> > > kritis yang disampaikan kepada mereka. Buku Irshad Manji,
> Feminis Muslimah dari Kanada, dengan judul "The Problems With
> Islam", buku
> > > yang sangat kritis terhadap Islam, telah diterjemahkan ke dalam
> bahasa Indonesia, menjadi Beriman Tanpa Rasa Takut, telah beredar
> luas di
> > > berbagai toko buku, dan tidak ada reaksi negatif dari kaum
> Muslim. kita semua memerlukan pandangan kritis, baik dari dalam
> maupun dari
> > > luar untuk membantu kita melihat diri kita sendiri – untuk
> perbaikan.
> > > Salam
> > >
> > > LGS.
> >
> > > ----- Original Message ----
> > > From: IGusti Agung <agungpindha@ yahoo.com>
> > > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > > Sent: Sunday, October 12, 2008 10:07:24 AM
> > > Subject: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.
> > > Semeton sami , yang beragama maupun tidak,
> > > Saya setuju dengan jalan pikiran Bli MS dan Bli WW , dan tyang
> kira banyak semeton yang juga berpendapat demikian tapi ngekoh
> ngomong,
> > > baik karena prestasi atau memang nggak enak rasa. Sejarah
> mencatat bangsa kita kena dijajah karena kita terlalu baik dan
> ngekoh ngomong dan takut menyinggung perasaan orang lain.Ketika
> bangsa Belanda datang kita sambut mereka sebagai tuan tuan, kemudian
> ketika bangsa Jepang datang kita sambut mereka sebagai saudara tua ,
> akhirnya kita kebobolan dan dijajah .Dan sejarah akan mengulang
> dirinya sendiri kalau kita oarng Bali, masih ngekoh dan takut
> menyinggung perasaan orang lain , seperti jaman dulu , we have to
> change with the time , atau kita akan ketinggalan sepur .
> > >
> > > Jangan lagi kebaikan kita , rasa hormat kita ,disalah gunakan
> dan disalah tafsirkan sebagai kita pengecut dlsb.
> > > Meburut filsafat Hindu , dalam Bhagavad Gita , kita dianjurkan
> agar memprioritaskan antara tugas dari cinta. Mangde sampunang terus
> > > gandongine sehantukan idewek memolos....Adilkah kita menyerahkan
> tugas kita kepada generasi mendatang karena kita ngekoh , dan takut
> mecolek pamor?
> > > Karena kita takut mecolek pamor inilah sampai kita dihadapkan
> oleh RUUP , kemudian syariat Islam , kemudian menjadi negara Islam.
> > >
> > > Bli IWW , mau ayat lagi?.."Wahai orang2 yang berimam!janganlah
> kamu menjadikan teman orang orang diluar kalanganmu (seagama )
> sebagai teman kepercayaanmu( karena) mereka tak henti hentinya
> menyusahkan kamu.
> > > Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka,dan apa yang
> tersembunyi dihati mereka lebih jahat....... . ( QS 3.118).
> > >
> > > "wahai orang yang berimam! Perangilah orang orang kafir yang
> disekitar kamu,....... ......... .......... ....(QS 9.123)
> > >
> > > Dan masih banyak lagi kalau mau.
> > > Maaf saya tidak bermaksud merendahkan agama , tidak ada
> untungnya bagi saya , malah akan membuat musuh , hanya mengemukakan
> fakta.
> > > Tujuan tyang hanya mempertahankan Bali dengan kebudayaanya. Juga
> untuk semeton agar tidak ngekoh ngomong , seperti penglingsir
> > > yang mendahului kita , sebelum tambah terlambat. Sinampura , (
> tyang pasti be mecolek pamor )..
> > >------------ --------- --------- ------
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar