pak made, kasus amrozi sebenarnya sudah di jadikan 'proyek' oleh para petinggi di negeri ini. kalau amrozi di eksekusi, mungkin sudah tidak ada cerita lagi yang bisa di diskusikan, para pengacara yang ingin mendongkrak popularitas akan jadi sepi job order, begitu juga dengan pejabat kepolisian, kehakiman, kejaksaan, kasus amrozi di jadikan obyekan untuk bisa cepat promosi naik jabatan...setali tiga uang dengan kasus 'proyek' penangkapan teroris lainnya yaitu Nurdi M Top, entahlah apa kesulitan dari para intelijent dan aparat kepolisian kita untuk menangkap pecundang satu ini. mungkin jejak doi sudah terdeteksi, hanya di biarkan saja bergentayangan untuk merekrut new follower lainnya atau di biarkan menikahi gadis desa lainnya. konon kalau doi cepat di tangkap biaya ataupun anggaran operational dari aparat bisa di kurangi dalam APBN, jadi menurutnya lebih baik bermain 'petak umpet' kau kutangkap kau ku lepas... setuju dengan komentar pak made dan juga komentarnya perdana mentri australia pak kevin ruud, Amrozi cs ini memang layak di sebut pecundang yang pengecut. pesakitan seperti ini memang lebih baik di masukkan di penjara orang sakit jiwa karena mereka ini 'mentally not stable' atas nama Tuhannya ingin cepat masuk surga karena bernafsu ingin meniduri 72 bidadari di surga sana, tapi kenyataannya doi takut mati dan masih doyan mengawini wanita di dunia ini... salam, --- madesutjita <madesutjita@yahoo.com> schrieb am Do, 2.10.2008: Von: madesutjita <madesutjita@yahoo.com> |
__._,_.___
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar