Kamis, 25 September 2008

Re: [bali-bali] peraturan baru menteri dalam negeri membatasi bantuan dana asing pd NGO

Saya kira apa yang dikatakan oleh Pak Leo ini tidak berlebihan. Dan saya yakin akan kebenarannya. Coba lihat salah satu partai Islam yang visi dan misinya dakwah Islam, dapat duit dari mana sehingga bisa "mengotori" lingkungan dengan berbagai atribut partai serta posko-posko di setiap pojok yang ada aktivisnya. Dan posko2 ini siap untuk "membeli" setiap anak bangsa yang mendapat kesulitan dengan idologi partainya.
 
Kembali saya harus mengatakan bahwa saat ini semua anak bangsa sudah berada di medan perang Kuruksetra. Perang antara yang membertahankan nilai-nilai luhur Nusantara dengan nilai-nilai asing yang dibungkus dengan label Islam.
 
Semoga semua anak bangsa cepat sadar, jika tidak maka kita tidak akan lebih baik dari Pakistan atau Afghanistan!
 
Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru.
pkesuma
 




--- On Fri, 26/9/08, leonardo rimba <leonardo_rimba@yahoo.com> wrote:
From: leonardo rimba <leonardo_rimba@yahoo.com>
Subject: Re: [bali-bali] peraturan baru menteri dalam negeri membatasi bantuan dana asing pd NGO
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date: Friday, 26 September, 2008, 9:05 AM

Ketakutan pemerintah ? ... Are we STILL living di Jaman Orde Baru ??? Saya tidak membaca draft itu, tetapi BISA merasakan isinya, semacam ada "interests" dari kelompok2 Islam juga yg mau "membatasi" segala arus informasi maupun dana agar Indonesia bisa menjadi "captured market" dari segala pembodohan massal yg BISA ditelusuri berasal dari MUI, Harian Republika, dan berbagai kelompok2 totaliter (mostly Islamic) di Indonesia yg tidak sadar bahwa kita sudah hidup di abad Post Modern dan sedang mengalami LIBERAL REVOLUTION. The whole world is undergoing a liberal revolution, and we should keep going on walaupun ada segala macam rekayasa dari kelompok2 totaliter seperti upaya RUU Pornography dan sebagainya itu. We are NOT that stupid as they used to think of. The people are NOT that stupid.
 
Leo


--- On Fri, 26/9/08, luh de suriyani <lodegen@yahoo. com> wrote:
From: luh de suriyani <lodegen@yahoo. com>
Subject: [bali-bali] peraturan baru menteri dalam negeri membatasi bantuan dana asing pd NGO
To: sustainbali@ yahoogroups. com, "bali bali" <bali-bali@yahoogrou ps.com>, "aji saja" <ajisaja@yahoogrups. com>
Date: Friday, 26 September, 2008, 8:50 AM


saya pikir menarik untuk didiskusikan. jangan sampai lengah, sehingga segala macam peraturan yang mengekang demokratisasi terus berlanjut tanpa kita ketahui. dalam attachment ada lampiran peraturan tsb. semoga bisa dibuka ya.



--- Pada Kam, 25/9/08, Herry Mety <mambot79@yahoo. co.id> menulis:
Dari: Herry Mety <mambot79@yahoo. co.id>
Topik: Langkah Mundur Proses Demokratisasi di Indonesia
Kepada: "Jason McLeod" <damai@bigpond. com>
Cc: skp_kam@yahoo. com
Tanggal: Kamis, 25 September, 2008, 11:52 PM

Saudara-saudara yang baik,
 
Saya kirimkan file: "PERATURAN MENTERI DALAM NEGER NOMOR 38 TAHUN 2008 TENTANG PENERIMAAN DAN PEMBERIAN BANTUAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN DARI DAN KEPADA PIHAK ASING".
 
Ada dua asumsi dasar yang dianggap sebagai dasar pertimbangan Menteri dalam Negeri mengeluarkan perturan ini: pertama, NGO-NGO selama ini, terutama NGO yang dibiayai oleh Lembaga Donor dari luar negeri menyebabkan ketergantungan dan cenderung mendikte serta memicu stabilitas nasional.
 
Kedua, ditengarai oleh pemerintah bahwa selama ini ada NGO-NGO tertentu yang dibiayai oleh lembaga donor luar negeri tidak transparan dan tidak akuntabilitas.
 
Peraturan ini, setelah didiskusikan oleh sekelompok NGO's dan sejumlah civil society di Yogyakarta, pada tanggal 25 September 2008 di Hotel Inna Garuda, Jalan Malioboro, Yogyakarta, disimpulkan beberapa hal: pertama, peraturan ini dikeluarkan oleh pemerintah karena ketakutan dan kecurigaan pemerintah Indonesia terhadap bantuan dan asistensi Lembaga Donor Asing terhadap NGO-NGO yang ada di Indonesia.
 
Kedua, munculnya peraturan ini dinilai sebagai langkah mundur dalam proses demokratisasi di Indonesia sejak reformasi Mei 1998. Peraturan ini dinilai sangat berbau ORDE Baru, yang berusaha membatasi gerakan dan kiprah masyarakat sipil. Menteri Dalam Negeri Mardiyanto adalah eks tokoh militer dan tokoh Orde Baru dengan proses demokratisasi dan gerakan civil society di Indonesia sejak reformasi digulirkan.
 
Ketiga, peraturan ini dinilai sangat tendensius, bias, ambivalensi dan membingungkan masyarakat karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya serta tidak sesuai dengan UUD 1945.
 
Oleh karena itu, forum sepapakat agar teman-teman LBH Jogja dan teman-teman yang bergerak di bidang hukum untuk segera bergerak membuat judicial review atau meniadakan sama sekali PERMENDAGRI Nomor 38 Tahun 2008 ini.
 
Silahkan baca juga lampirannya. ..
 
 
 
 
 
 
Salam Persaudaraan,
 
Herry Metty


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers


Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!


New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: