Senin, 18 Oktober 2010

[bali-bali] Festival Tektekan: Mystical Trance Ritual

For the sake of better life, Balinese people in each region hold a sacred procession to cleanse and purify the village and the community annually. This sacred ritual featuring drama and dances in Kerambitan village, Tabanan regency is called Tektekan. This mystical sacred ritual is indeed performed at Puri Anyar Kerambitan occasionally. Lucky for you who will be in Bali on October 29th – 31st 2010 as Tektekan Festival will be held at Puri Anyar Kerambitan, a residence for Tabanan Royal Family.

http://blog.baliwww.com/bali-news-events/13140


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
bali-bali-digest@yahoogroups.com
bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[bali-bali] FW: [Artikel] Malaysia truly Indonesia! [1 Attachment]

<*>[Attachment(s) from Asana Viebeke Lengkong included below]


(Sharing)

Malaysia truly Indonesia!

Oleh: Andre Vincent Wenas


"Bukan lautan, hanya kolam susu... Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman!"– Koes Plus.

"Nina bobok, ooh nina bobok… kalo tidak boobok digigit nyamuk!"– anonim.

***

Tentu kita perlu berkonsultasi dengan para ahli psikologi-sosial, apakah jenis lirik lagu Kolam Susu seperti ini termasuk alat hipnotis massa yang telah ikut andil meninabobokan bangsa sejak tahun 70an, atau malahan teks Koes Plus itulah yang terus mengingatkan – lantaran manusia senantiasa tergelincir dalam status kelupaannya – agar senantiasa kembali dalam keadaan sadar terhadap situasi eksistensialnya. Sehingga dengan demikian ia justru telah menjadi semacam kritik sosial, karena terus memberi komparasi ideal (das sollen) terhadap realitas de facto (das sein) yang ternyata detrimental.

Sedari kecil memang kita sudah diayun-ayun dengan syair lagu Nina Bobok yang struktur isinya terasa irrelevant, bahkan mungkin illogical. Karena – kalau dipikir-pikir – apa sih hubungannya antara tidur/tidak tidur dengan digigit nyamuk? Jangan-jangan pola asuh kita sejak dulu memang telah menanamkan bibit cara pikir yang selalu tidak relevan dan tidak logis saat berhadapan dengan realitas dan saat menafsirkannya? Wallahuallambishawab.

***

Diberitakan bahwa Malaysia tengah meluncurkan program ekonominya yang baru (Kompas, 22 Sept 2010). Program ini berambisi membawa Malaysia 'going up to the next level' untuk berdiri sejajar dengan negara-negara maju. Ukuran sederhananya, dari GDP perkapita – yang sekarang – sebesar US$ 6700 menjadi US$ 15ribu di tahun 2020. Sebagai perspektif, GDP per kapita Indonesia saat ini ada di level US$2600an. Untuk merealisasi ambisi ini pemerintah Malaysia merekrut seorang eksekutif (mantan bos Malaysian Airlines), Idris Jala, yang diangkat menjadi pejabat setingkat menteri di kantor PM Najib Razak untuk memimpin program transformasi ekonomi Malaysia Incorporated ini.

Ada 131 proyek yang membutuhkan dana investasi sebesar US$ 444milyar.
Kompilasi proyek berjangkawaktu 10 tahun ini meliputi: pengembangan jaringan internet, energi nuklir dan matahari, kereta cepat Malaysia-Singapura, pengembangan industri minyak dan gas, pertanian, pariwisata, jasa keuangan dan infrastruktur perkotaan.

Negara jiran ini berhasil "memaksa" dirinya sendiri keluar dari zona kenyamanan akibat keberhasilan program-program mantan PM Mahathir Mohammad yang legendaris itu. Model ekonomi Malaysia saat itu (bahkan sampai saat ini) adalah masih mengandalkan industri manufaktur. Pernyataan yang menarik dari Idris Jala,


"Jika kita mempertahankan model ekonomi sekarang, kita akan terjebak dan akan kehilangan talenta yang kita butuhkan untuk mendukung pengembangan ekonomi."
Lalu pungkasnya, "Malaysia tidak akan membuang-buang waktu. Kami membutuhkan transformasi ekonomi yang utuh dan radikal!"

***

Di saat yang sama ada fenomena menarik, di harian yang sama dan tanggal yang sama (Kompas, 22 Sept 2010) ditampilkan iklan full-color dari Biro Hukum dan Humas Kementerian Pertanian Indonesia berjudul cetak tebal merah: "Jangan Panik, Pasokan Pangan Aman!" Dilengkapi foto seremonial kunjungan para menteri ke gudang Bulog. Isi pesannya ingin mengatakan bahwa masyarakat tidak usah takut

kelaparan lantaran kekurangan pasokan pangan. Soal perut memang krusial, Abraham


Maslow bilang penuhi dulu kebutuhan fisik baru bicara soal rasa aman (safety needs), dengan perut lapar orang bisa nekat menerabas apa saja. Di paragraf akhir iklan itu dikatakan, "Selain beras, papar Mentan, pasokan daging dan telur

ayam juga surplus sampai akhir tahun. Sementara ketersediaan gula, daging sapi, bawang merah dan cabe cukup untuk memenuhi kebutuhan menjelang lebaran tahun ini. Atas dasar itu, Mentan meminta masyarakat tidak panik, 'ketersediaan pangan

kita aman. Bahkan surplus,' tegasnya."

Namun lucunya, headline di halaman terdepan harian yang sama itu mengabarkan, "Cuaca Ganggu Pertanian, target produksi tak terpenuhi," intinya isi berita utama itu menyampaikan bahwa bakal terjadi kekurangan pasokan pangan gara-gara gagal panen. Solusinya tentu impor beberapa dari bahan-bahan pangan tersebut (misalnya beras, gula dan jagung). Sehari sebelumnya bahkan Kompas (21 Sept 2010) telah mewartakan bahwa Mentan dan Menperdag memberi ijin impor Beras dan GKP (gula Kristal putih).

***

Tanpa tedeng aling-aling kita mesti mengakui bahwa dalam banyak aspek – utamanya aspek pengelolaan perekonomian, industri, pembangunan infrastruktur, pendidikan umum dan kesejahteraan masyarakatnya – Malaysia semakin jauh lebih unggul. Walau memang – dalam aspek kesenian dan warisan kebudayaan (secara
historis) – Indonesia rasanya lebih berwarna.

Selain perselisihan soal demarkasi, omelan dengan negara jiran ini lebih bernuansa pencaplokan properti budaya (warisan kesenian). Corak batik, lagu jadul, tarian daerah, makanan (resep) daerah adalah sebagian dari properti budaya Indonesia yang diganyang Malaysia.

Di luar konflik soal demarkasi, mungkin lebih ciamik kalau kita mesti saling berangkulan. Bangsa serumpun ini bisa saling belajar, bergaul dengan sopan dan terhormat. Di bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan profesionalisme aparat, jelas Indonesia mesti semakin menjadi seperti Malaysia.
Belajar berpikir logis dan relevan. Dan soal cita rasa seni serta warisan kebudayaan, keindahan Indonesia memang tak bisa dipungkiri keunggulannya. Itu pun boleh pula dipelajari dan diserap oleh bangsa serumpun ini. Tak elok ribut-ribut soal kesenian Pak Cik, sila nikmati budaye Indonesia, sila jadikan Malaysia truly Indonesia.


(baca selengkapnya di artikel terlampir, dari Majalah MARKETING)


Gbu all :)

<*>Attachment(s) from Asana Viebeke Lengkong:


<*> 1 of 1 File(s) http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/attachments/folder/984129739/item/list
<*> 10 Malaysia truly Indonesia! (Majalah MARKETING, Oktober 2010).pdf

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
bali-bali-digest@yahoogroups.com
bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Minggu, 17 Oktober 2010

[bali-bali] Roadshow: One Shot Project di BALI [1 Attachment]

[Attachment(s) from YC - Lindia Palupi included below]

Because Life is One Shot demikian tagline yang diusung oleh One Shot Project yang merupakan proyek film Omnibus (kumpulan film pendek berdurasi 3-10 menit dengan tema yang sama untuk dijadikan satu buah film utuh). Proyek Omnibus ini merupakan bentuk penghargaan bagi seniman-seniman besar yang sudah lebih dahulu meninggalkan dunia, seniman-seniman yang sudah menjalani satu shot mereka dan meninggalkan karya seni yang inovatif, menginspirasi, atau berpengaruh pada pergerakan anak muda, atau berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi politik di Indonesia dan dunia.


Setiap film yang terlibat di proyek ini memiliki syarat atau ciri khusus, yaitu:

-  hanya terdiri dari satu shot utuh (one take one shot),

-  tanpa pengulangan waktu (flashback, non linear),

-  tanpa teknik zoom dan tracking dalam kamera,

-  tanpa teknik cutting dalam editing (cut to),

-  teknik apapun dalam film yang tidak dapat dilakukan dalam kehidupan yang sebenarnya.

 

Teknik ini diilhami dari pola kehidupan pada umumnya yang hanya terjadi sekali bagi setiap manusia dan mahluk hidup. Tentunya dalam kehidupan nyata tidak terjadi potongan atau sambungan pandangan seperti dalam teknik editing (cut to), dan mata tidak mempunyai kemampuan bergerak seperti zoom dan tracking seperti dalam teknik kamera. Dan juga dalam kehidupan nyata waktu selalu berjalan maju (linear), tidak ada pengulangan yang tipikal (flashback, non linear) seperti dalam sebuah karya film pada umumnya.

 

Komite One Shot Project mengadakan roadshow sebagai salah satu bentuk distribusi, pengenalan karya, dan ruang apresiasi. Roadshow ini menghadirkan empat karya yang telah dipilih oleh tim kurator untuk masuk dalam kompilasi One Shot Project 2010.

Karya-karya tersebut, yaitu :

-  Karya Suzanna di Warung Kopi (Agni Tirta/8 menit/2010),

-  Kali Lonthe (Suryo Adhi Wibowo/7 menit/2010),

-  Pamflet Elektronik (Gelar Angrayano/10 menit/2010),

-  Ketika Dia Pergi (Dewi Kusumawati/6 menit/2010).

 

Pemutaran film One Shot Project di Bali akan diadakan pada:

Selasa, 26 Oktober 2010

Minikino (Griya Musik Irama Indah)
Jl. Diponegoro 114
Denpasar



Info lebih lanjut:
Youth Corner Bali
t:  +62 361 8581678 / +62 361 8574545
e:  kotaksurat@youthconer.org

w:  www.youthcorner.org


--

"Tempat dimana kita berbagi pengetahuan,
melalui berbagai kegiatan, media, dan bentuk"


e.   kotaksurat@youthcorner.org
p.   +62 (361) 857 4545
fb.  YOUTH CORNER - Bali
tw. youthcornebali
www.youthcorner.org

Before you print think about the ENVIRONMENT

Attachment(s) from YC - Lindia Palupi

1 of 1 Photo(s)


__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___