Rabu, 01 September 2010

RE: [bali-bali] Kontroversi di New York - "mesjid" Ground Zero



Bli Panji,

 

Baru baca tulisan anda rasanya dunia sudah terlalu sangat indah.

Kalau di negeri kita siapakah yang harus berpikir dan bersikap seperti ini.

Kalau saja dimulai dari para Pemimpin dan yang katanya tokoh berani memulai ,terutama tokoh-tokoh agama  yakin dan pasti Indonesia akan menjadi Negara yang terindah di dunia.Apalagi kalau landasan ini  didasari tulisan Mbok Vieb dihari kemerdekaan yang lalu.

Baru membayangkan aja rasanya udah Damai , gemah ripah loh jinawe.

Terimakasih, mari kita mulai dari diri kita dulu, dan tularkan kepada yang paling dekat, pasti suatu kali semua ini akan terjadi, entah kapan….

 

Shaloom

Shanti

 

Eka

 

From: bali-bali@yahoogroups.com [mailto:bali-bali@yahoogroups.com] On Behalf Of panji
Sent: Monday, August 23, 2010 8:56 AM
To: bali-bali@yahoogroups.com
Subject: RE: [bali-bali] Kontroversi di New York - "mesjid" Ground Zero

 

 

Alangkah indahnya dunia kalau kenyataan nya seperti ini

 

Muslim boleh bangun mesjid di sekitar ground zero, di Roma, di Bali (kalo ini sudah terbukti toleransinya) tanpa ada yang protes

Kristen boleh bangun gereja di Aceh, di arab, di Iran  tanpa ada yang protes

Hindu boleh bangun pura di aceh, di mana aja di seluruh Indonesia tanpa ada yang protes

Demikian juga aliran kepercayaan lainnya, konghucu, tao, bahkan yang Atheis….. tidak ada yang merasa tertekan

 

Sayang nya Dunia nggak seperti itu…..

 

Semua orang mau menang sendiri, benar sendiri,

 kalau aku harus…Boleh…. Kalau kamu ngakkkkkk boleh ….. ha ha ha

 

Coba semua orang memakai konsep Tat Twam Asi

Tentu dunia penuh kedamaian

 

 

Peace……..

 

From: bali-bali@yahoogroups.com [mailto:bali-bali@yahoogroups.com] On Behalf Of Ikra
Sent: Friday, August 20, 2010 5:02 AM
To: bali-bali@yahoogroups.com
Subject: [bali-bali] Kontroversi di New York - "mesjid" Ground Zero

 

 

Dear all.

Yang diisyukan oleh kalangan penentangnya adalah "Mesjid" Ground Zero
padahal yang benar adalah "Gedung Pertemuan" dan letaknya bukan di Ground Zero
(tempat dua gerdung kembar yang dibom teroris di New York itu), melainkan
beberapa blok di luarnya.

Silahkan buka komentar yang meluruskan masalah tersebut di You Tube ini:

http://www.youtube.com/watch?v=QZpT2Muxoo0

Ikra.-



__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database 3827 (20090204) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com

 

__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database 3827 (20090204) __________

 

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

 

http://www.eset.com



__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Re: [bali-bali] Apa-apaan ini Mbo?



cash or credit? 
 
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to



From: Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id>
To: bali-bali@yahoogroups.com; bali@lp3b.or.id
Sent: Wed, 1 September, 2010 19:36:13
Subject: RE: [bali-bali] Apa-apaan ini Mbo?

 

Ben, Ben, Ben,

 

DPR mau bikin gedung 1.6 TRILIUN...... wow

 

From: bali-bali@yahoogroups.com [mailto:bali-bali@yahoogroups.com] On Behalf Of ngurah beni setiawan
Sent: 01 September 2010 10:45
To: bali@lp3b.or.id; bali-bali@yahoogroups.com
Cc: Asana Viebeke Lengkong
Subject: [bali-bali] Apa-apaan ini Mbo?

 

 

Mbo Vieb yang sering "keliling" dan semeton sinamian,

 

Miris sekali saat membaca berita dibawah. Kapasitas selama ini hanya berbuat hal kecil-kecil saja bersama beberapa kawan di Jakarta. Tapi statistik menunjukkan angka yang fantastis.

 

Keberadaan Siswa di Bali

129.848 Orang Terancam ''Drop Out''

Denpasar (Bali Post)-
Bayang-bayang putus sekolah alias drop out masih menghantui ratusan ribu siswa di Bali dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK. Berdasarkan data dikumpulkan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Provinsi Bali, saat ini di seluruh Bali tercatat 129.848 orang anak usia sekolah (usia 6-18 tahun) berasal dari keluarga miskin. Anak usia sekolah dari keluarga miskin inilah yang terancam hengkang dari bangku sekolah sebelum mengantongi ijazah yang diidam-idamkan lantaran ketiadaan biaya pendidikan.

Dihubungi Selasa (31/8) kemarin, Kepala Disdikpora Provinsi Bali I Wayan Suasta, S.H. tidak menampik, anak usia sekolah dari keluarga miskin di Bali cukup tinggi. Berdasarkan sebaran per kabupaten, ada tiga kabupaten yang ''mengoleksi'' anak usia sekolah dari keluarga miskin yang cukup tinggi yakni, Kabupaten Buleleng, Karangasem dan Bangli, di mana jumlah anak usia sekolah dari keluarga miskin masing-masing tercatat 41.716 orang, 34.633 orang dan 21.163 orang. Sedangkan kabupaten/kota lainnya di Bali mencatat jumlah anak usia sekolah dari keluarga miskin di bawah 10.000 orang. ''Dari sebaran angka per kabupaten/kota itu, kita bisa memprediksikan ancaman siswa putus sekolah tertinggi itu ada di Kabupaten Buleleng, Karangasem dan Bangli,'' katanya.

Meski angka anak usia sekolah dari keluarga miskin di seluruh Bali mencapai seratus ribu orang lebih, kata dia, angka siswa putus sekolah di Bali tidak terlalu tinggi. Saat ini, angka siswa putus sekolah di Bali tercatat 1.898 orang. Dilihat dari jenjang pendidikan, angka putus sekolah tertinggi terjadi di jenjang pendidikan SD yakni mencapai 863 orang, disusul SMP (455 orang), SMA (352 orang) dan SMK (228 orang). ''Faktor dominan yang menyebabkan seribu lebih siswa di Bali itu putus sekolah adalah alasan ekonomi. Mayoritas penyandang predikat drop out itu berasal dari kalangan keluarga miskin,'' katanya.

Guna mengantisipasi makin ''membengkaknya'' jumlah siswa putus sekolah karena alasan ekonomi, kata dia, Pemprov Bali sudah mengalokasikan dana pendamping Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 10,74 miliar lebih untuk pendamping BOS SD dan Rp 8,79 miliar lebih untuk pendamping BOS SMP. Nantinya, setiap siswa SD berhak mendapat dana pendamping BOS Rp 25 ribu per tahun dan setiap siswa SMP berhak mendapat dana pendamping BOS Rp 50 per tahun dari Pemprov Bali. Sementara untuk menangkal bertambah panjangnya barisan siswa putus sekolah di jenjang pendidikan SMA/ SMK, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran Rp 57,29 miliar lebih. Dana sebesar itu dikucurkan untuk seluruh siswa SMA dan SMK negeri/swasta di Bali dalam bentuk pemberian Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) kepada 76.771 orang siswa SMA dan 53.180 orang siswa SMK di Bali. ''Setiap siswa SMA dijatahkan BOP Rp 400 ribu per tahun dan siswa SMK dijatahkan BOP Rp 500 ribu per tahun. Khusus untuk siswa SD, SMP dan SMA/SMK yang berasal dari keluarga miskin, Pemprov Bali juga memberikan subsidi pendidikan dalam bentuk beasiswa siswa miskin kepada mereka,'' tegasnya. (kmb13)

 

 

ngurah beni setiawan

P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to

 

 




__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

RE: [bali-bali] Apa-apaan ini Mbo?



Ben, Ben, Ben,

 

DPR mau bikin gedung 1.6 TRILIUN...... wow

 

From: bali-bali@yahoogroups.com [mailto:bali-bali@yahoogroups.com] On Behalf Of ngurah beni setiawan
Sent: 01 September 2010 10:45
To: bali@lp3b.or.id; bali-bali@yahoogroups.com
Cc: Asana Viebeke Lengkong
Subject: [bali-bali] Apa-apaan ini Mbo?

 

 

Mbo Vieb yang sering "keliling" dan semeton sinamian,

 

Miris sekali saat membaca berita dibawah. Kapasitas selama ini hanya berbuat hal kecil-kecil saja bersama beberapa kawan di Jakarta. Tapi statistik menunjukkan angka yang fantastis.

 

Keberadaan Siswa di Bali

129.848 Orang Terancam ''Drop Out''

Denpasar (Bali Post)-
Bayang-bayang putus sekolah alias drop out masih menghantui ratusan ribu siswa di Bali dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK. Berdasarkan data dikumpulkan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Provinsi Bali, saat ini di seluruh Bali tercatat 129.848 orang anak usia sekolah (usia 6-18 tahun) berasal dari keluarga miskin. Anak usia sekolah dari keluarga miskin inilah yang terancam hengkang dari bangku sekolah sebelum mengantongi ijazah yang diidam-idamkan lantaran ketiadaan biaya pendidikan.

Dihubungi Selasa (31/8) kemarin, Kepala Disdikpora Provinsi Bali I Wayan Suasta, S.H. tidak menampik, anak usia sekolah dari keluarga miskin di Bali cukup tinggi. Berdasarkan sebaran per kabupaten, ada tiga kabupaten yang ''mengoleksi'' anak usia sekolah dari keluarga miskin yang cukup tinggi yakni, Kabupaten Buleleng, Karangasem dan Bangli, di mana jumlah anak usia sekolah dari keluarga miskin masing-masing tercatat 41.716 orang, 34.633 orang dan 21.163 orang. Sedangkan kabupaten/kota lainnya di Bali mencatat jumlah anak usia sekolah dari keluarga miskin di bawah 10.000 orang. ''Dari sebaran angka per kabupaten/kota itu, kita bisa memprediksikan ancaman siswa putus sekolah tertinggi itu ada di Kabupaten Buleleng, Karangasem dan Bangli,'' katanya.

Meski angka anak usia sekolah dari keluarga miskin di seluruh Bali mencapai seratus ribu orang lebih, kata dia, angka siswa putus sekolah di Bali tidak terlalu tinggi. Saat ini, angka siswa putus sekolah di Bali tercatat 1.898 orang. Dilihat dari jenjang pendidikan, angka putus sekolah tertinggi terjadi di jenjang pendidikan SD yakni mencapai 863 orang, disusul SMP (455 orang), SMA (352 orang) dan SMK (228 orang). ''Faktor dominan yang menyebabkan seribu lebih siswa di Bali itu putus sekolah adalah alasan ekonomi. Mayoritas penyandang predikat drop out itu berasal dari kalangan keluarga miskin,'' katanya.

Guna mengantisipasi makin ''membengkaknya'' jumlah siswa putus sekolah karena alasan ekonomi, kata dia, Pemprov Bali sudah mengalokasikan dana pendamping Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 10,74 miliar lebih untuk pendamping BOS SD dan Rp 8,79 miliar lebih untuk pendamping BOS SMP. Nantinya, setiap siswa SD berhak mendapat dana pendamping BOS Rp 25 ribu per tahun dan setiap siswa SMP berhak mendapat dana pendamping BOS Rp 50 per tahun dari Pemprov Bali. Sementara untuk menangkal bertambah panjangnya barisan siswa putus sekolah di jenjang pendidikan SMA/ SMK, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran Rp 57,29 miliar lebih. Dana sebesar itu dikucurkan untuk seluruh siswa SMA dan SMK negeri/swasta di Bali dalam bentuk pemberian Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) kepada 76.771 orang siswa SMA dan 53.180 orang siswa SMK di Bali. ''Setiap siswa SMA dijatahkan BOP Rp 400 ribu per tahun dan siswa SMK dijatahkan BOP Rp 500 ribu per tahun. Khusus untuk siswa SD, SMP dan SMA/SMK yang berasal dari keluarga miskin, Pemprov Bali juga memberikan subsidi pendidikan dalam bentuk beasiswa siswa miskin kepada mereka,'' tegasnya. (kmb13)

 

 

ngurah beni setiawan

P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to

 

 



__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___