Minggu, 08 Maret 2009

[bali-travel] BALI TAKUT DICAPLOK ASING

BALI TAKUT DICAPLOK ASING ( menyimak Standard tourism investment procedure )
Investasi asing di Bali selalu merupakan fenomena yang terkadang menakutkan khalayak ramai khususnya yang ada di Bali. Ketakutan untuk lahan pertanian yang di kuasai asing sampai kawasan pura yang takut terkontaminasi dari investastor asing yang masuk di Bali.
Tourist destination / tujuan wisata yang paling menarik di sandang Bali selama ini, tentunya Bali mempunyai daya jual yang tidak dimiliki tourist destination lainnya. Dimana Bali memiliki pantai dan peninsula yang menarik sampai daerah entertainment yang dinamis tanpa meninggalkan daya tarik utama yaitu budaya Bali dan panorama yang menarik bagi para pengunjung.
Melihat fenomena itu maka masa depan Bali yang dominan mengandalkan pendapatan dari pariwisata harus menyiapkan segala sesuatu yang menjadi konsekuensi investasi yang ditimbulkan baik `aware' kepada hal positif investasi dan juga menjaga kemungkinan hal negatif yang ditimbulkan tanpa over protected yang dapat menyebabkan investasi yang mundur di Bali dan berakibat buruk bagi masyarakat Bali yang mengharapkan pertumbuhan ekonomi.
Dari fenomena itu ada hal dasar yang perlu dipahami, yaitu dimana standarisasi investasi pada bidang pariwisata yang disebut (TSIP) tourism standar investment procedure yang mana implementasinya sering bersumber dari perkembangan investasi bangunan fisik. Kondisi ini membawa kita kepada melihat investasi pariwisata khusus nya bidang investmen.
Pemahaman ini amat mudah dimengerti karena dalil investasi yang terlihat selalu berprinsip kepada sejauh mana investasi pada bidang property yang sudah ada.
Bali mempunyai (TSIP) tourism standard investment procedure yang jelas yang mana bisa dipakai acuan bagi masyarakat dan juga pemerintah untuk melakukan pemetaan perkembangan daerah pariwisata yang sudah berkembang dan yang akan berkembang dan nantinya bisa membuat sebuah "planning" atau perencanaan yang jelas untuk pemetaan investasi dan daerah yang perlu diperhatikan.
TSIP ini tidak lain adalah (water access/jarak pengembangan dengan laut sebagai potensi utama) clift front access/ tebing yang menjadi acuan view yang tidak terhalang atau exclusivity, uninterrupted view/merupakan pemandangan yang tidak terhalang sebagai standar investasi yang utama dan social interactive factor/factor hubungan dengan lingkungan yang ada di sekitar daerah pengembangan usaha seperti Ubud,seminyak dan desa budaya lain. Special rethreat untuk yoga dan lain-lain dan juga kedekatan dengan transportasi yaitu accessibilitas dengan international airport.
Dengan memahami factor-faktor yang bisa ditimbulkan dari trend perkembangan industri pariwisata di atas, maka diperlukan kiranya pemetaan daerah perkembangan pariwisata tanpa takut atas efek pengembangannya yang meluas secara tidak terduga dan pada akhirnya dapat membuat planning/perencanaan untuk pembangunan Bali ke depan kea rah yang lebih baik.
Ada beberapa contoh kongkrit yang bisa diimplementasikan sebagai pergeseran factor standar investasi yang ada, ambillah seperti canggu yang merupakan daerah pengembangan seminyak yang mana bisa prediksi juga perkembangan wilayah yang lain nantinya. Maka acuan ini dapat berfungsi untuk tetap menjaga jalur hijau, kawasan pura tanpa merasa takut atas perkembanganya nantinya.

I Made Ariawan SST.par.MBA
PELAKU DAN PENGAMAT PARIWISATA
.........
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225
.........

__._,_.___
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225/
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: