menarik untuk di-ulas. Termasuk tiyang dulu waktu mahasiswa di FK-
UNUD, ikut-ikutan latah menjadi hippies, berambut panjang sampai
kepunggung, menggendong gitar kesana kemari, gandrung dengan lagu-
lagu folk nya Bob Dylan, Joan Baez, Peter, Paul & Mary. Karena
terlalu gondrong dan tidak mematuhi dress-code kami pernah dapat
peringatan dari Bapak Dekan. Kalau mengingat masa muda ini tiyang
sedikit malu dengan diri sendiri. Masa muda ketika berusaha menemukan
jati diri......
Tapi kemudian ketika kami dewasa dan menyadari arah hidup yang
menyimpang dari mainstream, kami kembali ke kulit kami dan menjadi
lebih fanatik dengan ke-Bali-an dan ke-Hindu-an kami. Tentu saja kami
masih memakai ratio dan commonsense dalam hidup beragama.
Tiyang amat bangga dengan masyarakat Bali yang masih teguh dengan
kebudayaannya. Walaupun kena imbas kebudayaan internasional (glo-Bali-
sasi kata orang), namun kebudayaan Bali bukannya surut namun makin
berkembang. Syncretism tercermin dari karya-karya musik dan tari
composer/seniman kita seperti Balawan, Widi Widhiana, Anak Agung Raka
Sidan, Prof. Dibia, dll.
Bapak Putra, Bapak Agung Pindha, Bapak Cok Raka dan sameton Balinese
expatriates lainnya tentu merasakan betapa rindunya kita dengan Bali.
Kita mengharapkan ajeg-Bali yang berkelanjutan. Walaupun kita di
benua lain, ke-Bali-an kita masih amat kental. Mungkin karena ari-ari
(salah satu dari saudara empat) kita yang ditanam di pekarangan rumah
di Bali.
Oh Bali rinduku padamu.....
Suksema,
Made Sutjita
--- In bali-bali@yahoogroups.com, Putra Semarapura
<putra_semarapura@...> wrote:
>
>
> tyang tuh paling geli kalau melihat orang yang tidak percaya diri
akan apa yang dimilikinya, atau tidak percaya diri dengan budaya yang
di wariskan oleh nenek moyangnya sendiri, seperti tampilan di foto
berikut:
>
> http://www.detiknews.com/read/2008/11/08/104006/1033419/10/baasyir-
eksekusi-amrozi-penzaliman-bagi-umat-islam
>
>
>
> dimana di foto diatas terlihat seorang "melayu" yang berpakaian
mirip keturunan afganistan dan timur tengah lainnya. salahkan mereka,
tentu tidak...tiap orang memang berhak untuk menampilkan dirinya
sebaik mungkin di depan umum, tapi bukankah akan terlihat menarik
kalau mempromosikan produk budaya nya sendiri. sebagai contoh: yang
> asli padang, berpakaianlah seperti orang padang, pun demikian
dengan orang yang dari jawa, berpakaianlah seperti orang jawa. apapun
keyakinannya, tidak perlu mem-foto copy habis, biar mirip luar dalam
dengan orang yang di sono.
>
> di jaman sekarang memang ada
> banyak anak remaja ABG laki-laki yang berpenampilan meniru
idolanya seperti Hyde (legenda roker jepang) dll, saya kira mereka
masih wajar, karena umur mereka yang baru belasan yang memang selalu
tergoda untuk meniru atau mencoba-coba.
>
> tapi di foto diatas, apa coba, bapak-bapak atau om-om yang sudah
cukup dewasa yang sekilas tampak "bangga" untuk menjadi orang lain...
>
> salam damai,
>
> ===========
> --- madesutjita <madesutjita@...> schrieb am So, 9.11.2008:
> Von: madesutjita <madesutjita@...>
> Betreff: [bali-bali] Re: omigawd... lavacabeza sejak dini....
> An: bali-bali@yahoogroups.com
> Datum: Sonntag, 9. November 2008, 14:19
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Yang lebih insane, tindakan Amrozy CS (membunuh 202
orang) oleh ustad Ba'asyir dianggap menegakkan agama. Betul-betul
gila, delusional, they believe what they want to believe.
> http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/08/ 104006/1033419/
10/baasyir- eksekusi- amrozi-penzalima n-bagi-umat- islam
> Lamongan - Gelombang penolakan eksekusi terpidana mati bom Bali I
Amrozi Cs masih saja ada. Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar
Ba'asyir menegaskan, eksekusi Amrozi merupakan penzaliman kepada umat
Islam.
>
> "Kalau ini jadi dilakukan berarti penzaliman terhadap umat Islam.
Karena apa yang telah dilakukan mereka adalah tindakan menegakkan
agama," ujar Ba'asyir.
>
> Hal itu disampaikan Ba'asyir ketika memberikan tausiyah singkat di
Ponpes Al Islam, Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa
Timur, Sabtu (8/11/2008).
>
> Mantan Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini meminta kepada
umat Islam agar meniru semangat yang dilakukan ketiga terpidana mati
bomber tersebut. "Kita harus meniru semangat jihad mereka," kata
Ba'asyir.
>
> Ucapan Ba'asyir ini langsung disambut takbir oleh puluhan santri
dan simpatisan Amrozi cs.
>
> Ba'asyir yang berbalut koko warna hijau itu juga menambahkan,
semangat jihad
> mencerminkan penegakan agama Islam seutuhnya. "Hal yang sama juga
dilakukan oleh para nabi sebelum kita," jelasnya.
>
> Dalam kesempatan itu, Ba'asyir juga meminta kepada keluarga yang
nanti akan ditinggalkan agar bersabar dan gembira. Hal ini lantaran
ketiga orang yang akan dieksekusi tersebut sebagai mujahid.
>
> Usai memberikan tausiyah selama 15 menit, Ba'asyir membubuhkan
tandatangan di kain putih di dalam ponpes untuk mendukung aksi jihad.
Kemudian Ba'asyir langsung menuju mobil Kijang kapsul warna silver
bernopol H 8855 HB menuju ke Bojonegoro. Dia nggak bersedia
menjelaskan hasil pertemuan dengan ibunda Amrozi, Hj Tariyem.
>
> Pertemuan Ba'asyir dengan Hj Tariyem dilakukan selama 45 menit.
Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh istri-istri Amrozi dan
Muklas.
> (nik/djo)
> --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, "Cokorda Raka Angga Jananuraga"
<rakabali78@ ..> wrote:
> >
> > http://foto. detik.com/ readfoto/ 2008/11/08/ 182016/1033609/
157/1/tamu- kecil-ibunda- imam-samudra
> >
> > Liat tuh, anak2 TK digiring ama "guru-gurunya" untuk mendengar
> > "wejangan" dari ibu-nya imam samudra (gw bisa membayangkan apa
isinya:
> > kafir inilah, kafir itulah, etc). Well, ok, mungkin gak juga,
siapa
> > tau mereka hanya nyanyi lagu2 Ibu Kasur (semoga).... Tapi, foto
nomor
> > 3 tuh membuat gw bertanya-tanya: anak2 TK itu disuruh memegangi
foto
> > Imam Samudra (seakan2 dia teladan). Wow.... (*kasian banget tuh
anak2 TK*)
> >
> > Gila.... Gw jadi bertanya-tanya: sudah sejauh mana sih upaya2
> > pencegahan radikalisasi di Indonesia??? Koq kayaknya makin hari
makin
> > rusak aja.
> >
> > Apa ada pasal2 undang2 kita yang memungkinkan orang2 yang
menyebarkan
> >
> faham kekerasan kayak gitu ditindak? Menurut gw itu guru TK perlu
dibina.
> >
> > Biar adil, mari kita simak tuturan Syafii Maarif ini (this one is
sane):
> >
> > http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/09/ 112026/1033863/
158/syafii- maarif-umat- islam-harus- berhenti- dari-teologi- maut
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar